Kamis, 23 Februari 2017

Manusia purba indonesia dan dunia

MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Penelitian pada manusia purba di Indonesia dilakukan oleh Eugene Dubois yang pada tahun 1981 menemukan fosil atap tengkorak di trinil. Penemuannya tersebut menjadi bagian yang penting dalam ilmu palaentologi sekaligus mengawali dilakukan penelitian lainnya terhadap manusia purba yang ada di Indonesia.

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Meganthropus Palaeojavanicus atau biasa disebut dengan manusia raksasa dari jawa kuno karena memiliki tubuh yang besar dan tegap. Penemunya yaitu G.H.R von Koenigswald pada tahun 1936-1941 di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Bagian fosil yang ditemukan yaitu rahang bawah, beberapa bagian tengkorak kepala dan gigi geraham. Struktur dari gigi geraham menunjukkan bahwa manusia purba ini hanya memakan tumbuh-tumbuhan. Fosil yang ditemukan diperkirakan hidup berkisar satu atau dua juta tahun yang lalu pada pleitosen bawah.



Ciri-ciri lain dari manusia purba ini yaitu:
  • Mempunyai badan tegap dan besar
  • Memiliki volume otak yang kecil
  • Adanya tonjolan tajam di belakang kepala
  • Memiliki tulang pipi yang tebal
  • Adanya tonjolan kening yang mencolok
  • Tidak mempunyai dagu
  • Mempunyai otot kunyah, gigi serta rahang yang kuat
  • Memakan tumbuh-tumbuhan
  • Ukuran geraham yang lebih besar


2. Pithecanthropus

Manusia Purba dari jenis pithecanthropus merupakan manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Arti dari Pithecanthropus yaitu Manusia Kera. Berdasarkan umur lapisan tanah di mana fosil ini ditemukan berusia sekitar 30000-2 juta tahun.



Ciri-ciri dari Manusia Purba Pithecanthropus yaitu:
  • Memiliki tinggi berkisar 160-180cm
  • Mempunyai postur badan yang tegap tetapi tidak setegapMeganthropus Palaeojavanicus
  • Mempunyai tonjolan kening yang tebal di sepanjang pelipis
  • Mempunyai otot kunyah
  • Mempunyai hidung yang lebar dan tidak berdagu
  • Jenis makanan terdiri atas tumbuhan dan hewan


Manusia purba dari jenis Pithecanthropus memiliki beberapa jenis yaitu:
  • Pithecanthropus Mojokertensis (Manusia Kera dari Mojokerto), ditemukan oleh Von Koenigswald di kota Mojokerto provinsi jawa timur pada  tahun 1936. Fosil berupa tengkorak, karena ditemukan di Mojokerto maka namanya yaitu Pithecanthropus Mojokertensis.
  • Pithecanthropus Erectus (Manusia Kera berjalan tegak), fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Manusia purba dari jenis ini sudah mampu berjalan tegak. Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang, bagian atas tengkorak, geraham dan tulang kaki.
  • Pithecanthropus Soloensis (Manusia Kera dari Solo), ditemukan oleh  von Koenigswald dan Openorth di daerah Ngandong dan daerah Sangiran, di tepi Sungai Bengawan Solo, pada tahun 1931 - 1933.Karena di temukan di solo maka di namakan Pithecanthropus Soloensis atau manusia kera dari Solo.


3. Homo (Manusia)
Fosil manusia purba dari jenis ini merupakan fosil termuda diantara fosil manusia purba lainnya. Homo erectus memiliki arti Manusia berjalan tegak dan Homo Sapiens artinya manusia cerdas. Fosil ini berada pada lapisan notopurpo dan umurnya berkisar antara 25.000-40.000 tahun.






Ciri-cirinya yaitu:
  • Memiliki tinggi 130-210cm
  • Memiliki otak yang lebih berkembang
  • Otot kunyah, gigi dan rahang sudah menyusut
  • Tonjolan kening berkurang dan berdagu
  • Mempunyai cirri-ciri ras Mongoloid dan Austramelanosoid


Manusia purba dari jenis Homo terbagi atas beberapa jenis, diantaranya yaitu:
  • Homo Soloensis, fosil manusia purba jenis ini ditemukan Von Koenigswald dan Weidenrich pada tahun 193-1934 dilembah Bengawan Solo. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak. Dari Volume Otaknya, diketahui bahwa manusia purba jenis ini bukanlah termasuk kedalam golongan manusia kera (Pithecanthropus).
  • Homo Wajakensis, fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Dubois pada tahun 1889 di daerah Wajak dekat Tulungagung. Manusia jenis ini sudah mampu membuat alat-alat dan batu maupun tulang. Mereka juga telah mengenal cara memasak makanan. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak atas dan beberapa ruas tulang leher. Manusia ini di golongkan sebagai Homo sapiens.

Manusia purba dunia
1. Manusia purba di Cina

Manusia purba yang ditemukan di Cina disebut Homo Pekinensis, yang berarti “manusia dari Peking” (sekarang Beijing).Homo Pekinensis ditemukan di Gua Choukoutien sekitar 40 km dari Peking.Fosil ini ditemukan oleh seorang sarjana dari Kanada bernama Devidson Black dan Franz Weidenreich.Berdasarkan penyelidikan, kerangka jenis manusia purba ini menyerupai kerangka Pithecanthropus Erectus. Oleh karena itu, para ahli menyebutnya juga dengan nama Pithecanthropus Pekinensis atau Sinanthropus Pekinensis yang berarti “manusia kera dari Peking”. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan.Sinanthropus pekinensis memiliki kapasitas otak sekitar kurang lebih 900-1200 cc.

2. Manusia purba di Afrika

Manusia purba yang ditemukan di Afrika disebut Homo Africanus yang berarti “manusia dari Afrika”.Fosilnya ditemukan oleh Reymond Dart.Fosil ini ditemukan di dekat sebuah pertambangan Taung Bostwana, tahun 1924.Setelah direkonstruksi ternyata membentuk kerangka seorang anak yang berusia sekitar 5 sampai 6 tahun. Fosil ini di beri nama Australopithecus Africanus, karena hampir mirip dengan penduduk asli Australia. Selanjutnya, Robert Broom menemukan fosil serupa yang berupa tengkorak orang dewasa di tempat yang sama. Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924.Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.

3. Manusia purba di Eropa

Manusia purba yang ditemukan di Eropa disebut Homo Neandherthalensis.Nama itu mengandung arti “manusia Neanderthal”.Manusia jenis ini ditemukan oleh Rudolf Virchow di lembah Neander, Dusseldorf, Jerman Barat tahun 1856.Selain di Jerman juga ditemukan di Gua Spy Belgia. Di Prancis ditemukan manusia Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis

Selanjutnya di daerah Amerika Selatan ditemukan manusia purba dengan ciri-ciri kapasitas otak 600cc, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Fosil menusia kera tersebut disebut Australopithecus dan Homo Cro Magnon.

Secara khusus berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa perbedaan antara jenis Pithecanthropus Erectus dengan Homo Sapiens. Dapat dilihat perbedaan antara keudanya sebagai berikut :
Ruang tengkorak Pithecanthropus lebih kecil dibandingkan Homo Sapiens, sehingga volume otaknya juga lebih kecil. Ruang tengkorak Pithecanthropus kurang dari 1000 cc, sedangkan ruang tengkorak Homo Sapiens lebih dari 1000 cc.
Tulang kening Pithecanthropus lebih menonjol ke depan.
Tulang rahang bawah Pithecanthropus lurus ke depan sehingga tidak berdagu, sedangkan Homo sapiens berdagu.
Tulang rahang dan gigi Pithecanthropus lebih besar dan kuat dari pada tulang rahang Homo sapiens.

Tinggi dan berat badan Homo Sapiens lebih besar yaitu 130-210 cm dan 30-150 kg.